Sosial

Bimbingan Teknis Penataan Pemotongan Hewan Qurban

A_PELATIHAN RPH_01

icm.or.id, Kendari – Hari raya Idul Adha 1437 Hijriah sebentar lagi akan tiba, kurang lebih 8 hari lagi yang bertepatan pada tanggal 12 September 2016, sehubungan dengan hal tersebut pihak Islamic Center Mu’adz Bin Jabal bekerjasama dengan pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menyelenggarakan pelatihan bagi para peserta pemotongan hewan qurban dengan memberikan materi penanganan, penyembelihan serta penyelenggaraan hewan qurban. Pemberian materi ini adalah awal pelatihan, dimana esok hari 4 Dzul Hijjah 1437 H/5 September 2016 pelatihan akan dilanjutkan kembali dengan praktek langsung di Rumah Potong Hewan Qurban kompleks ICM Kendari.

pel rph1

Pelatihan ini menghadirkan para pemateri dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu drh. Sangia, drh. Fitri, dan drh. Rosmala, dan hadir sebagai peserta kurang lebih 30 orang, kegiatan ini dilaksanakan di Islamic Center Mu’adz Bin Jabal Aula kampus PROKID (Program Kaderisasi Imam dan Da’i)  yang beralamat di Jl. boulevard kel. Lepo-Lepo, Kec. Baruga Kota Kendari.

Pemberian materi ini di maksudkan agar para peserta penyembelihan bisa lebih memahami kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian dan Peternakan. Penetapan aturan maupun teknis pelaksanaan pemotongan di RPHQ bertujuan untuk menyediakan pangan asal hewan khususnya daging ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).

Dalam materinya dokter hewan Sangia menjelaskan “sebelum hewan disembelih, hewan sebaiknya di istirahatkan terlebih dahulu tujuannnya untuk mengembalikan kondisi/kebugaran dan kesegaran hewan, cadangan glikogen hewan yang lelah dan stress sangat sedikit, jika hewan tersebut disembelih maka kualitas daging yang dihasilkanpun akan buruk, hewan juga sebaiknya di puasakan (tidak makan) tetapi tetap harus diberi minum ad libitum), tujuannya agar sanitasi dan higiene pemotongan terjaga karena isi saluran cerna relatif akan kosong, jika hewan tinggal lebih dari 12 jam maka hewan harus diberi makan”.

Dikesempatan yang lain dokter hewan Fitri juga menjelaskan masalah proses penanganan daging hewan Qurban, kata beliau: “tempat penanganan daging dan jeroan sebaiknya ditempat terpisah, daging tidak boleh langsung di letakkan di atas lantai, sebaiknya diberi alas yang bersih dan tidak di injak oleh alas kaki atau kaki sebab jika alas tempat daging di injak oleh kaki terlebih lagi alas kaki maka di kwahatirkan daging akan terkontaminasi oleh berbagai macam bakteri dan kuman, atau sebaiknya daging di masukkan saja ke dalam wadah”

Setelah pemberian materi pemotongan hewan Qurban pelatihan dilanjutkan dengan praktek cara merebahkan (membaringkan) hewan Qurban (sapi), peraktek membaringkan hewan qurban ini di lakukan di tempat berbeda yaitu disamping lokasi Rumah Potong Hewan Qurban kompleks ICM di Jl. Prof. Abd. Rauf Tarimana (Belakang PERDOS).

pel rph2

Esok hari senin 4 Dzul Hijjah 1437 H/5 September 2016  pelatihan akan dilanjutkan kembali dengan praktek penyembelihan hewan secara langsung, dan akan dirangkaikan dengan acara peresmian RPHQ oleh Bapak Sekretaris Daerah DR. H. Lukman Abunawas, SH, M.Si

 

Shares