Pendidikan

Dauroh Metodologi Pengajaran Bahasa Arab

Dauroh Metodolgi Pengajaran Bahasa Arab1


ICMKendari: Memasuki hari kedua Pelaksanaan Dauroh Metodologi Pengajaran Bahasa Arab Kontemporer tampak peserta tetap antusias mengikuti rangkaian materi  yang disajikan. Kegiatan ini diisi langsung oleh DR. Muhammad Sa’ad Asy Shaway, Direktur Bidang Terjemah dan Bahasa Arab Institut King Abdullah, Kerajaan Arab Saudi. Acara yang berlangsung sejak Senin,17 Rabiul ‘Awal 1437 H/ 28 Desember 2015 disajikan dengan menggunakan bahasa arab, tanpa penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia.

Bertempat di Kampus Prokid (Program Kaderisasi Imam& Da’i) Jl. Boulevard,  Dauroh Metodologi  Pengajaran Bahasa Arab Kontemporer, pemaparan materinya dilengkapi dengan tampilan/ slide show materi dan audio/listening yang sesekali diperdengarkan oleh narasumber tunggal DR. Muhammad Sa’ad Asy Shaway.

Dauroh ini diinisiasi oleh Islamic Center Muadz Bin Jabal dengan ketua panitia Tri Wahyu Shodiq,S.Pd.I  dengan bertujuan untuk memberikan penyegaran bagi dosen dan guru bahasa arab  yang ada di Univeristas/Institut dan Pondok Pesantren/ Sekolah-sekolah dalam mengajarkan bahasa Arab. Harapannya adalah menjadikan bahasa arab lebih dikenal dan diminati oleh kaum muslimin untuk dipelajari sebab bahasa arab adalah bahasa Al Qur’an. Dengan memahami Bahasa Arab maka kaum muslimin akan semakin memahami ajaran agamanya sebab Al Qur’an merupakan kitab rujukan dalam mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Dauroh Metodolgi Pengajaran Bahasa Arab2

Dalam pemaparan materinya, DR. Muhammad Sa’ad Asy Shaway menasehatkan agar dalam pengajaran bahasa arab sebaiknya dimulai dari sesuatu yang ada di sekitar kita, yang bisa dijangkau oleh peserta didik tanpa harus menghayal atau menerawang sehingga pada tahapan ini peserta didik dapat memahami materi pelajaran yang diajarkan. Metode pengajaran bahasa arab memiliki tahapan atau marhalah  yang harus dilewati untuk mendapatkan penguasaan bahasa arab yang utuh. Penguasaan setiap tahapan oleh peserta didik sangat ditentukan oleh tenaga pengajarnya.

“Selama ini kita berada dalam zaman kegelapan ” Demikian ungkap salah seorang peserta setelah mendapatkan pencerahan terkait metode pengajaran dari  DR. Muhammad Sa’ad Asy Shaway.

  1. Muhammad Sa’ad Asy Shaway mengatakan bahwa setiap buku pegangan memiliki metode pengajaran sehingga seorang guru harus menguasai metode pengajarannya agar hasil yang diinginkan dari penyusun buku tersebut bisa dicapai oleh peserta didik. Selain itu, ia menekankan pada para peserta agar pelafalan dan pengucapan huruf, kata dan kalimat sesuai dengan kaidah yang ada.

Dauroh ini dihadiri oleh dosen  dan guru Bahasa Arab dari berbagai Lembaga Perguruan Tinggi/Institut dan Pondok Pesantren yang ada di Sulawesi Tenggara. Dari form registrasi dan daftar hadir peserta tertera beberapa Perguruan Tinggi/Institut yang mengikuti acara ini yaitu Institut Ilmu Al Qur’an  Jannatu Adnin Kendari, Universitas Haluoleo, IAIN Kendari, Universitas Muhammadiyah Kendari. Adapun peserta dari Ma’had dan Pondok Pesanteran(ponpes) yaitu Ma’had Kaderisasi Imam dan Da’i (Prokid) ICM Kendari, Ponpes Baitul Arqom Polinggona, Ponpes Ummushabri Kendari, Ponpes Darusalam Gontor Putra dan Putri dan Ponpes Al Bukhari Waesalo, Koltim, SMP-TQ dan SD-TQ Muadz Bin Jabal Kendari.

Selama acara berlangsung juga tampak adanya sharing dari para dosen dan guru kepada DR. Muhammad Sa’ad Asy Shaway akan metode dan kendara yang biasa dialami dalam pengajaran bahasa arab. Acara ini  insya Allah berlangsung selama empat hari ini. Akan berakhir pada hari kamis mendatang, 20 Rabiul Awal 1437 H / 31 Desember 2015 dengan pelaksaan ujian/evaluasi bagi peserta yang berjumlah 30 orang.(AF).

 

Shares